Lewati ke konten utama

Perencana Denah Wi-Fi & Sudut Pandang CCTV (Heatmap 2D)

Simulasi interaktif denah ruangan 2D untuk estimasi cakupan sinyal Wi-Fi AP 2.4/5 GHz dan sudut pandang kerucut lensa CCTV DORI secara visual.

Parameter Input

Coba Contoh:
m
5200
m
5200
AP
120
dBm
1030
Unit
132

Hasil Perhitungan

Luas Total Denah Ruangan
600 m²
Redaman Dinding Material
10 dB
Radius Sel Efektif 5 GHz
12 m
Rekomendasi Jumlah Access Point
2 AP
Estimasi Persentase Cakupan Wi-Fi
100 %
Sudut Pandang Horizontal CCTV (FoV)
103 °
Jarak Efektif DORI Identify CCTV
4,2 m
Ingin membandingkan 2 opsi desain (misal: RAIDZ1 vs RAIDZ2, atau Cat6 vs Cat5e)?
⚡ Rekomendasi Perangkat CCTV & PoE
Switch Managed PoE+ IEEE 802.3at + Kabel UTP Cat6 Pure Copper
HDD Surveillance CMR 24/7 (WD Purple / Seagate SkyHawk)

Hindari HDD PC biasa (SMR) untuk NVR agar tidak drop frame, dan pastikan kabel Cat6 tembaga murni untuk tarikan PoE > 50 meter.

Jadwal Alokasi Penempatan AP & Frekuensi
Kode PerangkatPosisi Koordinat / ZonaChannel Wi-Fi 2.4 GHzChannel Wi-Fi 5 GHzRadius Jangkauan Efektif
AP-01Zona Grid (7m, 10m)13612 Meter (-67 dBm)
AP-02Zona Grid (13m, 10m)64412 Meter (-67 dBm)
AP-03Zona Grid (7m, 20m)1114912 Meter (-67 dBm)

📐Kanvas Interaktif Denah Wi-Fi & FoV CCTV

Unggah denah arsitektur lokal (JPG/PNG), geser titik AP & CCTV, dan ekspor rancangan instalasi.

Target Terpilih: AP-01 (5GHz)(250px, 180px)
Bagikan ke WhatsApp

Cara Menggunakan Alat Ini

  1. Masukkan dimensi denah bangunan (panjang & lebar meter), pilih jenis material dinding pembatas, serta spesifikasi lensa kamera CCTV.
  2. Unggah file gambar denah lantai (JPG/PNG) lokal atau gunakan kanvas grid bawaan untuk menempatkan titik Access Point dan kamera secara interaktif.
  3. Tinjau estimasi persentase cakupan sinyal Wi-Fi, radius sel 5 GHz, tabel penempatan channel frekuensi non-overlapping, serta ekspor hasil rancangan ke file PNG.

Contoh Perhitungan Nyata: Gedung Kantor 20m × 30m (Sekat Bata, 3 AP & 4 CCTV)

Contoh terhitung: Bangunan kantor 20m × 30m (luas 600 m²) dengan sekat bata (redaman 10 dB) memerlukan rekomendasi minimal 3 Access Point untuk menjamin sinyal 5 GHz (-67 dBm radius 11.5m), dikombinasikan dengan kamera CCTV lensa 2.8mm (FoV 103°).

Input Contoh
Lebar Bangunan (Meter)
20 m
Panjang Bangunan (Meter)
30 m
Material Dinding Pembatas Ruangan
Dinding Bata Merah Standar (10 dB)
Jumlah Access Point Terpasang
3 AP
Daya Pancar AP (Tx Power)
20 dBm
Jumlah Kamera CCTV Terpasang
4 Unit
Panjang Fokal Lensa Kamera CCTV
2.8 mm (Sudut Lebar 103° - Pantau Ruangan)
Output Terhitung
Luas Total Denah Ruangan
600 m²
Redaman Dinding Material
10 dB
Radius Sel Efektif 5 GHz
12 m
Rekomendasi Jumlah Access Point
2 AP
Estimasi Persentase Cakupan Wi-Fi
100 %
Sudut Pandang Horizontal CCTV (FoV)
103 °
Jarak Efektif DORI Identify CCTV
4,2 m
Jadwal Alokasi Penempatan AP & Frekuensi
Kode PerangkatPosisi Koordinat / ZonaChannel Wi-Fi 2.4 GHzChannel Wi-Fi 5 GHzRadius Jangkauan Efektif
AP-01Zona Grid (7m, 10m)13612 Meter (-67 dBm)
AP-02Zona Grid (13m, 10m)64412 Meter (-67 dBm)
AP-03Zona Grid (7m, 20m)1114912 Meter (-67 dBm)

Konsep Dasar & Catatan Teknis

Perencanaan penempatan perangkat nirkabel (Wi-Fi Access Point) dan kamera pengawas (CCTV) pada denah ruangan dua dimensi (2D Floorplan) merupakan tahap kritikal dalam desain infrastruktur IT modern. Estimasi visual langsung di atas blueprint lantai bangunan memungkinkan insinyur jaringan menentukan titik instalasi optimal, meminimalkan zona buta (blind spots), serta mencegah interferensi co-channel sebelum kabel fisik dan pipa konduit ditarik di lapangan. Dalam propagasi sinyal radio Wi-Fi, material dinding memberikan tingkat redaman (attenuation) yang sangat bervariasi. Dinding partisi gypsum umumnya meredam sinyal sekitar 3 hingga 5 dB, dinding bata merah standar memberikan redaman 8 hingga 12 dB, sedangkan dinding beton bertulang (reinforced concrete) dapat meredam hingga 15–20 dB. Pada frekuensi 5 GHz yang memiliki panjang gelombang lebih pendek daripada 2.4 GHz, redaman material menjadi faktor pembatas utama radius sel. Simulator ini menggunakan ambang batas batas sinyal -67 dBm sebagai batas jangkauan efektif sel (cell edge), yang merupakan standar industri untuk transmisi data kecepatan tinggi, aplikasi suara (VoIP), dan transisi roaming nirkabel mulus (802.11r/k/v). Untuk sistem kamera pengawas, visualisasi sudut pandang (Field of View / FoV) kerucut lensa sangat penting untuk memastikan kepatuhan standar DORI (Detection, Observation, Recognition, Identification) sesuai standar EN 62676-4. Lensa sudut lebar 2.8 mm memberikan sudut horizontal lebar hingga 103 derajat yang ideal untuk pemantauan umum ruangan besar, namun memiliki jarak identifikasi wajah efektif yang relatif pendek (sekitar 4.2 meter). Sebaliknya, lensa 6 mm atau 8 mm menawarkan sudut pandang lebih sempit (52–38 derajat) dengan jangkauan identifikasi jarak jauh hingga 13 meter yang cocok untuk koridor panjang, gerbang masuk kendaraan, dan lobi utama.

Cara Perhitungan (Rumus & Langkah)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa ambang batas -67 dBm digunakan sebagai standar batas radius Wi-Fi?

Kekuatan sinyal -67 dBm merupakan standar minimum yang disyaratkan oleh vendor enterprise (seperti Cisco, Aruba, dan UniFi) untuk mendukung koneksi stabil, aplikasi voice/video call tanpa jitter, dan pemicu roaming otomatis bagi perangkat mobile sebelum koneksi terputus.

Bagaimana cara menghindari interferensi co-channel pada frekuensi 2.4 GHz?

Pada pita frekuensi 2.4 GHz, gunakan hanya saluran non-overlapping standar: Channel 1, 6, dan 11 dengan lebar pita 20 MHz. Pastikan Access Point yang bersebelahan tidak menggunakan channel frekuensi yang sama.

Apa perbedaan fungsi antara lensa CCTV 2.8 mm, 4 mm, dan 6 mm?

Lensa 2.8 mm menghasilkan sudut pandang lebar (103°) untuk ruang terbuka luas dengan jarak identifikasi dekat (4 m). Lensa 4 mm (84°) memberikan keseimbangan sudut dan jarak (6 m). Lensa 6 mm (52°) cocok untuk koridor sempit dengan fokus jarak lebih jauh (9.5 m).

Apakah file denah lantai yang diunggah disimpan di server InfraCalc?

Tidak. Seluruh pemrosesan gambar denah lantai dan kanvas interaktif berjalan 100% di browser lokal pengguna via HTML5 FileReader API dan Canvas API. Tidak ada data denah atau lokasi yang dikirim ke server.