Kalkulator Kapasitas UPS Server (VA/kVA) & Baterai (Ah)
Hitung kapasitas daya UPS server (kVA/VA), waktu backup baterai VRLA (Ah), dan estimasi tagihan listrik PLN bulanan dengan margin aman 25%.
Parameter Input
Hasil Perhitungan
- loadWatts
- 850
- safetyMarginPct
- 25
- requiredWattWithMargin
- 1063
- powerFactor
- 0.9
- requiredVA
- 1182
- requiredKVA
- 1.18
- recommendedUpsKva
- 1.5
- recommendedUpsVa
- 1500
- targetMins
- 30
- busVoltage
- 48
- batteryCount12V
- 4
- requiredAhPerString
- 13
- batteryStringDescription
- 4× Baterai 12V seri (48VDC Bus) @ minimal 13 Ah
- kwhPerDay
- 20.4
- kwhPerMonth
- 612
- costPerMonthRp
- 884.156
- costPerMonthValue
- 884156
- summaryText
- Ringkasan Kalkulasi UPS & Daya Server – InfraCalc.id Beban Aktual : 850 Watt (Margin Aman +25% = 1063 W) Rekomendasi UPS: 1.5 kVA (1500 VA) Online Double-Conversion (PF 0.9) Target Runtime : 30 menit saat listrik PLN padam Bank Baterai : 4× Baterai 12V (48VDC Bus) @ minimal 13 Ah Konsumsi 24/7 : 20.4 kWh/hari (612 kWh/bulan ≈ Rp 884.156/bulan)
Cara Menggunakan Alat Ini
- Masukkan total beban aktif perangkat IT (server, switch, router, storage) dalam satuan Watt.
- Tentukan target waktu cadangan baterai (runtime) saat listrik padam serta tegangan bus DC unit UPS (misalnya 48V atau 96V).
- Tinjau rekomendasi ukuran kVA UPS komersial, jumlah baterai 12V, kapasitas Ah minimal per string, dan perkiraan biaya listrik bulanan.
Contoh Perhitungan Nyata: Rack Server 850W — 30 Menit Backup (48VDC)
Contoh terhitung: Beban server 850 Watt dengan margin aman +25% (1063 W) dan PF 0.9 merekomendasikan UPS Online 1.5 kVA (1500 VA). Untuk runtime 30 menit pada bus 48VDC, dibutuhkan bank baterai 4× 12V seri minimal 13 Ah. Konsumsi operasional 24/7 mencapai 612 kWh/bulan (sekitar Rp 884.156/bulan).
{
"loadWatts": 850,
"powerFactor": 0.9,
"targetMins": 30,
"busVoltage": 48,
"plnTariffRp": 1444.7
}- loadWatts:
- 850
- safetyMarginPct:
- 25
- requiredWattWithMargin:
- 1063
- powerFactor:
- 0.9
- requiredVA:
- 1182
- requiredKVA:
- 1.18
- recommendedUpsKva:
- 1.5
- recommendedUpsVa:
- 1500
- targetMins:
- 30
- busVoltage:
- 48
- batteryCount12V:
- 4
- requiredAhPerString:
- 13
- batteryStringDescription:
- 4× Baterai 12V seri (48VDC Bus) @ minimal 13 Ah
- kwhPerDay:
- 20.4
- kwhPerMonth:
- 612
- costPerMonthRp:
- 884.156
- costPerMonthValue:
- 884156
- summaryText:
- Ringkasan Kalkulasi UPS & Daya Server – InfraCalc.id Beban Aktual : 850 Watt (Margin Aman +25% = 1063 W) Rekomendasi UPS: 1.5 kVA (1500 VA) Online Double-Conversion (PF 0.9) Target Runtime : 30 menit saat listrik PLN padam Bank Baterai : 4× Baterai 12V (48VDC Bus) @ minimal 13 Ah Konsumsi 24/7 : 20.4 kWh/hari (612 kWh/bulan ≈ Rp 884.156/bulan)
Konsep Dasar & Catatan Teknis
Cara Perhitungan (Rumus & Langkah)
Rumus Matematika
- Daya Aktif dengan Margin = ceil(Beban Watt × 1,25)
- Daya Semu Minimal (VA) = ceil(Daya Aktif / Power Factor)
- Rekomendasi Kapasitas UPS = Ukuran kVA standar terdekat ≥ Daya Semu / 1000
- Kapasitas Baterai (Ah) = ceil((Beban Watt × (Target Menit / 60)) / (Tegangan Bus DC × 0,88 × 0,80))
- Jumlah Baterai 12V Seri = Tegangan Bus DC / 12
- Konsumsi Energi = (Beban Watt × 24 jam) / 1000; Biaya Bulanan = kWh/bulan × Tarif Listrik
Langkah Substitusi
- 1. Active Power with +25% Headroom: ceil(850 W × 1.25) = 1063 Watts
- 2. Minimum Apparent Power: ceil(1063 W / 0.9 PF) = 1182 VA (1.18 kVA)
- 3. Commercial UPS Sizing: Selected 1.5 kVA (1500 VA) from standard ratings [1, 1.5, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 20, 30, 40, 60, 80, 100]
- 4. Battery Capacity (Ah): ceil((850 W × 0.50 h) / (48 V × 0.88 eff × 0.8 DoD)) = 13 Ah per string
- 5. Battery Bank Configuration: 48 VDC / 12V = 4 units 12V VRLA in series per string
- 6. 24/7 Power Consumption: (850 W × 24 h) / 1000 = 20.4 kWh/day × 30 days = 612 kWh/month
- 7. Estimated Monthly Electricity Bill: 612 kWh × Rp 1.444,7/kWh = Rp 884.156
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa perbedaan antara Watt dan VA pada spesifikasi UPS?
Watt (W) mengukur daya aktif riil yang dikonsumsi komponen elektronik untuk menghasilkan kerja dan panas. Volt-Ampere (VA) mengukur daya semu total yang disuplai ke sirkuit AC. Hubungan keduanya ditentukan oleh Power Factor (W = VA × PF). Kapasitas UPS tidak boleh terlampaui baik dalam batas Watt maupun batas VA.
Mengapa ruang server dan data center wajib menggunakan UPS tipe Online Double-Conversion?
UPS Online Double-Conversion terus-menerus mengubah listrik AC PLN menjadi DC, lalu mengubahnya kembali menjadi gelombang sinus murni AC yang bersih. Topologi ini memberikan waktu transfer nol milidetik (0 ms) saat listrik padam dan mengisolasi total server dari lonjakan spike, undervoltage, dan distorsi frekuensi.
Mengapa kalkulasi Ah baterai menggunakan faktor efisiensi 88% dan Depth of Discharge 80%?
Inverter DC-ke-AC mengalami rugi daya disipasi panas sekitar 12% saat konversi. Batas Depth of Discharge (DoD) 80% diterapkan karena mengosongkan baterai VRLA hingga 0% akan memicu korosi dan kristalisasi sulfat permanen yang merusak sel baterai hanya dalam beberapa siklus pemadaman.
Berapa lama umur pakai normal baterai VRLA dalam ruang server?
Baterai VRLA standar memiliki usia desain 3 hingga 5 tahun jika dioperasikan pada suhu ruang 20°C–25°C. Kenaikan suhu ruang server setiap 10°C di atas 25°C akan memotong umur pakai baterai hingga 50%.
Alat Kalkulator Terkait
Hitung beban panas ruang server dalam BTU/hr, konversi ke PK AC dengan redundansi 24/7, serta ukuran rack unit (U) dengan buffer sirkulasi udara.
Hitung kebutuhan core CPU, RAM host hypervisor Proxmox/VMware dengan buffer ZFS ARC, serta estimasi waktu backup transfer data jaringan.
Hitung kapasitas bersih ZFS Proxmox VE, sector padding loss, slop space, batas aman 80%, RAM ARC, dan generator CLI zpool create.
Hitung kapasitas usable, ruang parity hilang, efisiensi penyimpanan, dan toleransi kerusakan drive untuk RAID 0, 1, 5, 6, 10, 50, dan 60.
Referensi Standar & Catatan
- Schneider Electric / APC White Paper 15 — Watt and VA: Considerations for Sizing UPS Systems
- IEEE Std 485 — Recommended Practice for Sizing Lead-Acid Batteries for Stationary Applications
- Vertiv Liebert White Paper — Determining Power Requirements for Critical Infrastructure
Catatan: Hasil di atas merupakan estimasi berdasarkan rumus standar. Selalu verifikasi dengan dokumentasi resmi vendor dan kondisi lapangan sebelum implementasi pada lingkungan produksi.