Lewati ke konten utama

Kalkulator Jumlah Access Point Wi-Fi & Switch PoE

Hitung kebutuhan jumlah AP Wi-Fi berdasarkan luas ruangan dan kapasitas klien aktif, budget daya switch PoE, serta bandwidth internet ISP.

Parameter Input

Coba Contoh:
m²
lantai
klien

Hasil Perhitungan

areaSqm
300
floors
1
envType
office
totalUsers
80
wifiGen
wifi6
coveragePerApSqm
120
maxActiveClientsPerAp
65
apByCoverage
3
apByCapacity
2
limitingFactor
Luas Jangkauan Area (Coverage-bound)
limitingFactorEn
Coverage Area (Coverage-bound)
minApPerFloor
3
totalApRecommended
3
poeBudgetWatts
58
recommendedIspMbps
200
txPowerAdvice
2.4GHz: Low (10-12 dBm) | 5GHz: Medium (16-18 dBm)
channelPlan
2.4 GHz: Ch 1, 6, 11 (Width 20MHz) | 5 GHz: Ch 36, 40, 44, 48, 149, 153, 157, 161 (Width 40MHz)
summaryText
Ringkasan Perencanaan WiFi Access Point – InfraCalc.id Luas Bangunan : 300 m² (1 Lantai), Tipe: OFFICE Total Pengguna : 80 Concurrent Users, Standar: WIFI6 Rekomendasi AP : 3 Unit AP (±3 AP per Lantai) Daya Switch PoE: Minimal 58 Watt Bandwidth ISP : Minimal 200 Mbps Dedicated TX Power Roaming: 2.4GHz: Low (10-12 dBm) | 5GHz: Medium (16-18 dBm) Channel Plan : 2.4 GHz: Ch 1, 6, 11 (Width 20MHz) | 5 GHz: Ch 36, 40, 44, 48, 149, 153, 157, 161 (Width 40MHz)

Cara Menggunakan Alat Ini

  1. Masukkan total luas area gedung (m²), jumlah lantai, dan pilih karakteristik sekat ruangan (Open Space, Kantor Partisi, atau Kamar Beton).
  2. Tentukan estimasi total perangkat pengguna aktif (concurrent users) dan pilih generasi teknologi Wi-Fi (Wi-Fi 5 atau Wi-Fi 6/7).
  3. Tinjau rekomendasi jumlah AP per lantai, budget daya switch PoE, bandwidth ISP internet dedicated, dan panduan kanal frekuensi.

Contoh Perhitungan Nyata: Kantor Partisi 300 m² (80 Klien, Wi-Fi 6)

Contoh terhitung: Luas area 300 m² (1 lantai, tipe office) dengan 80 pengguna wifi6 merekomendasikan total 3 Unit AP (±3 AP/lantai, faktor penentu: Luas Jangkauan Area (Coverage-bound)). Kebutuhan switch PoE minimal 58 Watt dan bandwidth ISP internet minimal 200 Mbps.

Input Contoh
{
  "areaSqm": 300,
  "floors": 1,
  "envType": "office",
  "totalUsers": 80,
  "wifiGen": "wifi6"
}
Output Terhitung
areaSqm:
300
floors:
1
envType:
office
totalUsers:
80
wifiGen:
wifi6
coveragePerApSqm:
120
maxActiveClientsPerAp:
65
apByCoverage:
3
apByCapacity:
2
limitingFactor:
Luas Jangkauan Area (Coverage-bound)
limitingFactorEn:
Coverage Area (Coverage-bound)
minApPerFloor:
3
totalApRecommended:
3
poeBudgetWatts:
58
recommendedIspMbps:
200
txPowerAdvice:
2.4GHz: Low (10-12 dBm) | 5GHz: Medium (16-18 dBm)
channelPlan:
2.4 GHz: Ch 1, 6, 11 (Width 20MHz) | 5 GHz: Ch 36, 40, 44, 48, 149, 153, 157, 161 (Width 40MHz)
summaryText:
Ringkasan Perencanaan WiFi Access Point – InfraCalc.id Luas Bangunan : 300 m² (1 Lantai), Tipe: OFFICE Total Pengguna : 80 Concurrent Users, Standar: WIFI6 Rekomendasi AP : 3 Unit AP (±3 AP per Lantai) Daya Switch PoE: Minimal 58 Watt Bandwidth ISP : Minimal 200 Mbps Dedicated TX Power Roaming: 2.4GHz: Low (10-12 dBm) | 5GHz: Medium (16-18 dBm) Channel Plan : 2.4 GHz: Ch 1, 6, 11 (Width 20MHz) | 5 GHz: Ch 36, 40, 44, 48, 149, 153, 157, 161 (Width 40MHz)

Konsep Dasar & Catatan Teknis

Perancangan jaringan nirkabel (Wi-Fi network engineering) tingkat enterprise menuntut pendekatan holistik yang menyeimbangkan dua parameter penentu: jangkauan sinyal radio (RF coverage) dan kapasitas kepadatan pengguna (client capacity). Kesalahan paling mendasar dalam instalasi Wi-Fi adalah hanya menghitung luas meter persegi ruangan tanpa memperhitungkan redaman material dinding (dBm attenuation) serta keterbatasan waktu udara (airtime fairness) pada spektrum frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Setiap material fisik memberikan degradasi sinyal yang berbeda: ruang terbuka (open space) seperti aula atau gudang memiliki redaman rendah sehingga satu AP mampu menjangkau hingga 200 m², area perkantoran dengan partisi gypsum dan kaca umumnya dibatasi pada 120 m² per AP, sedangkan kamar hotel atau rumah sakit dengan dinding beton cor tebal menyusutkan jangkauan efektif hingga 65 m² per AP. Dari segi kapasitas klien aktif, standar Wi-Fi 6 (802.11ax) dengan teknologi OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access) dan MU-MIMO mampu melayani hingga 65 klien aktif secara lancar tanpa degradasi airtime, dibandingkan Wi-Fi 5 (802.11ac) yang mulai mengalami antrean paket pada kisaran 35 klien. Kalkulator ini menghitung jumlah Access Point yang dibutuhkan dengan membandingkan nilai maksimum antara kebutuhan coverage dan kapasitas klien, membaginya secara merata per lantai, serta menghitung total budget daya switch PoE (Power over Ethernet 802.3af/at) dengan margin aman 25%. Selain itu, sistem menyajikan rekomendasi alokasi kanal frekuensi bebas interferensi (non-overlapping channels 1, 6, 11 pada 2,4 GHz) dan pengaturan daya pancar (TX Power) untuk memastikan roaming antar-AP berjalan mulus tanpa sticky client.

Cara Perhitungan (Rumus & Langkah)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa pada frekuensi 2,4 GHz hanya boleh menggunakan kanal 1, 6, dan 11?

Pada spektrum 2,4 GHz dengan lebar pita 20 MHz, kanal-kanal yang berdekatan saling tumpang tindih. Kanal 1, 6, dan 11 adalah satu-satunya tiga kanal independen yang tidak saling menginterferensi (non-overlapping). Menggunakan kanal lain seperti kanal 3 atau 8 akan menimbulkan interferensi co-channel dan adjacent-channel parah.

Mengapa daya pancar (TX Power) AP tidak boleh diatur ke nilai maksimal (High/Auto)?

Ponsel dan laptop memiliki daya pancar jauh lebih kecil (~10–14 dBm) dibandingkan AP (~20–25 dBm). Jika daya AP terlalu besar, ponsel dapat 'mendengar' sinyal AP dari kejauhan namun AP tidak dapat mendengar transmisi balik dari ponsel. Hal ini juga mencegah perangkat berpindah (roaming) ke AP terdekat (sticky client).

Apa keuntungan teknologi OFDMA pada Wi-Fi 6 dibandingkan Wi-Fi 5?

Pada Wi-Fi 5, hanya satu perangkat yang dapat berbicara dalam satu slot waktu transmisi. Wi-Fi 6 membagi satu kanal nirkabel menjadi puluhan sub-carrier kecil (Resource Units / RU), sehingga AP dapat berkomunikasi dengan banyak klien secara paralel dalam slot waktu yang sama, memangkas latensi hingga 75%.

Mengapa kalkulasi daya switch PoE membutuhkan margin tambahan 25%?

Kabel UTP panjang mengalami rugi disipasi resistansi tembaga (voltage drop). Selain itu, AP Wi-Fi 6 mengonsumsi daya puncak saat scanning radio latar belakang atau saat melayani throughput tinggi. Margin 25% menjaga switch PoE tidak reboot saat beban puncak.

Referensi Standar & Catatan

Terakhir diperbarui: Status Konten: Draf (Menunggu Tinjauan Editor)

Catatan: Hasil di atas merupakan estimasi berdasarkan rumus standar. Selalu verifikasi dengan dokumentasi resmi vendor dan kondisi lapangan sebelum implementasi pada lingkungan produksi.