Lewati ke konten utama

Kalkulator Jatuh Tegangan (Voltage Drop) Kabel PoE

Hitung jatuh tegangan (voltage drop) kabel UTP PoE Cat6, Cat5e, dan CCA, sisa voltase ujung kamera, batas jarak aman, dan risiko restart malam hari.

Parameter Input

Coba Contoh:
m
W

Hasil Perhitungan

cableLenM
65
cableType
cat6
camPowerWatt
8
sourceVoltage
48
loopResistancePer100m
14
totalResistanceOhm
9.1
currentAmpere
0.1667
voltageDrop
1.52
endVoltage
46.48
percentageDrop
3.2
powerLossWatt
0.25
cableStatus
AMAN (Standar IEEE 802.3af/at)
cableStatusEn
SAFE (Complies with IEEE 802.3af/at)
cableWarning
Tegangan di ujung kamera sangat stabil.
cableWarningEn
Voltage delivered at device endpoint is highly stable.
summaryText
Ringkasan Jatuh Tegangan (Voltage Drop) Kabel PoE – InfraCalc.id Tipe Kabel : CAT6 (Hambatan Loop: 14 Ω / 100m) Panjang Tarikan : 65 meter (Total Hambatan: 9.1 Ω) Daya Beban : 8 Watt @ Sumber 48V DC (Arus: 0.1667 A) Voltage Drop : 1.52 V (3.2%) Tegangan Ujung : 46.48 V DC (Rugi Daya: 0.25 W) Status Kelayakan: AMAN (Standar IEEE 802.3af/at) Rekomendasi : Tegangan di ujung kamera sangat stabil.

Cara Menggunakan Alat Ini

  1. Masukkan panjang bentangan kabel UTP dari switch PoE ke kamera dalam meter.
  2. Pilih jenis kabel yang digunakan (Cat6 Pure Copper, Cat5e Pure Copper, atau CCA Campuran Aluminium).
  3. Tentukan konsumsi daya kamera saat lampu IR menyala (Watt) dan periksa nilai sisa tegangan di ujung kabel.

Contoh Perhitungan Nyata: Tarikan Standar 65m Cat6 Kamera 8W

Contoh terhitung: Tarikan kabel 65 meter CAT6 untuk kamera daya 8W pada sumber 48V menghasilkan hambatan loop 9.1 Ω dan jatuh tegangan 1.52V (3.2%). Tegangan akhir yang diterima kamera adalah 46.48V DC (Status: AMAN (Standar IEEE 802.3af/at)).

Input Contoh
{
  "cableLenM": 65,
  "cableType": "cat6",
  "camPowerWatt": 8,
  "sourceVoltage": 48
}
Output Terhitung
cableLenM:
65
cableType:
cat6
camPowerWatt:
8
sourceVoltage:
48
loopResistancePer100m:
14
totalResistanceOhm:
9.1
currentAmpere:
0.1667
voltageDrop:
1.52
endVoltage:
46.48
percentageDrop:
3.2
powerLossWatt:
0.25
cableStatus:
AMAN (Standar IEEE 802.3af/at)
cableStatusEn:
SAFE (Complies with IEEE 802.3af/at)
cableWarning:
Tegangan di ujung kamera sangat stabil.
cableWarningEn:
Voltage delivered at device endpoint is highly stable.
summaryText:
Ringkasan Jatuh Tegangan (Voltage Drop) Kabel PoE – InfraCalc.id Tipe Kabel : CAT6 (Hambatan Loop: 14 Ω / 100m) Panjang Tarikan : 65 meter (Total Hambatan: 9.1 Ω) Daya Beban : 8 Watt @ Sumber 48V DC (Arus: 0.1667 A) Voltage Drop : 1.52 V (3.2%) Tegangan Ujung : 46.48 V DC (Rugi Daya: 0.25 W) Status Kelayakan: AMAN (Standar IEEE 802.3af/at) Rekomendasi : Tegangan di ujung kamera sangat stabil.

Konsep Dasar & Catatan Teknis

> [!WARNING] > **Pemberitahuan Verifikasi Standar (VERIFY)**: Nilai hambatan loop kabel DC yang digunakan pada kalkulator ini (Cat6: 14.0 Ω/100m, Cat5e: 18.8 Ω/100m, CCA: 32.0 Ω/100m) berasal dari implementasi legacy di tools-addons.js:820. Nilai ini berstatus VERIFY dan belum diverifikasi secara independen terhadap lembar spesifikasi resmi pabrikan (TIA/EIA-568 atau ISO/IEC 11801 untuk konduktor tembaga pejal 23/24 AWG). Gunakan angka ini sebagai estimasi indikatif lapangan dan konfirmasi dengan spesifikasi kabel yang Anda pasang. Teknologi Power over Ethernet (PoE) merevolusi instalasi jaringan dan CCTV dengan mentransmisikan daya listrik arus searah (DC) bersamaan dengan paket data melalui satu kabel twisted-pair (UTP/STP). Namun, dalam implementasi praktis di lapangan, konduktor tembaga kabel memiliki nilai hambatan jenis listrik (resistansi) yang menyebabkan terjadinya jatuh tegangan (voltage drop) dan disipasi panas di sepanjang jalur kabel. Ketika arus listrik mengalir menuju perangkat kamera IP, Access Point Wi-Fi, atau telepon VoIP (Powered Device / PD), sebagian tegangan dari switch PoE (Power Sourcing Equipment / PSE) hilang akibat hukum Ohm (V = I × R). Standar internasional IEEE 802.3af (PoE 15.4W) dan IEEE 802.3at (PoE+ 30W) menetapkan tegangan sumber nominal 48V–54V DC dan mensyaratkan tegangan minimum di ujung perangkat tidak boleh kurang dari 37V hingga 42.5V DC. Masalah paling umum dan mematikan di lapangan adalah penggunaan kabel campuran aluminium (Copper-Clad Aluminum / CCA) murah. Kabel CCA memiliki resistansi loop 32 Ohm per 100 meter, lebih dari dua kali lipat dibanding tembaga murni Cat6 (14 Ohm per 100 meter). Akibatnya, pada siang hari saat kamera hanya menarik daya 4–6 Watt, sistem terlihat normal. Namun ketika malam tiba dan lampu inframerah (IR) menyala penuh menarik daya 10–12 Watt, voltage drop melonjak drastis sehingga tegangan drop di bawah ambang batas boot kamera, memicu siklus restart berulang (bootloop) atau video flicker. Kalkulator ini memvalidasi kelayakan jarak kabel, tipe tembaga, dan kecukupan tegangan ujung.

Cara Perhitungan (Rumus & Langkah)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa kamera CCTV PoE sering restart atau mati saat malam hari?

Saat malam hari, lampu inframerah (IR LED) otomatis menyala sehingga konsumsi daya kamera melonjak 2–3 kali lipat. Lonjakan arus ini melipatgandakan voltage drop di sepanjang kabel. Jika kabel terlalu panjang atau menggunakan kabel CCA, tegangan di ujung kamera anjlok di bawah batas kerja minimum, menyebabkan kamera restart berulang kali.

Berapa jarak maksimal kabel UTP untuk PoE tanpa switch tambahan?

Standar IEEE 802.3 membatasi jarak transmisi data Ethernet maksimal 100 meter. Di atas 100 meter hingga 250 meter, Anda harus mengaktifkan 'Extend Mode' pada Switch PoE (yang membatasi kecepatan port ke 10 Mbps) dan wajib memakai kabel Cat6 Pure Copper murni. Di atas 250 meter, wajib beralih ke kabel Fiber Optik.

Apa bahaya menggunakan kabel UTP CCA (Copper-Clad Aluminum)?

Kabel CCA memiliki inti aluminium yang rapuh, mudah patah saat ditarik, dan memiliki resistansi listrik dua kali lebih besar dibanding tembaga murni. Selain memicu voltage drop ekstrem, kabel CCA dapat menjadi panas (thermal heating) saat mengalirkan arus PoE tinggi yang berisiko merusak jaket kabel.

Referensi Standar & Catatan

Terakhir diperbarui: Status Konten: Draf (Menunggu Tinjauan Editor)

Catatan: Hasil di atas merupakan estimasi berdasarkan rumus standar. Selalu verifikasi dengan dokumentasi resmi vendor dan kondisi lapangan sebelum implementasi pada lingkungan produksi.