Lewati ke konten utama

Kalkulator Kapasitas RAID 0/1/5/6/10

Hitung kapasitas usable, ruang parity hilang, efisiensi penyimpanan, dan toleransi kerusakan drive untuk RAID 0, 1, 5, 6, 10, 50, dan 60.

Parameter Input

Coba Contoh:

Hasil Perhitungan

drives
4
driveSize
2
unit
TB
raidType
RAID5
hotSpares
0
rawTotalTB
8
rawTotalTiB
7.28
usableTB
6
usableTiB
5.46
parityLossTB
2
parityLossTiB
1.82
storageEfficiencyPct
75
faultToleranceText
1 drive bersamaan
speedReadGain
3ร—
speedWriteGain
1ร— (Parity write penalty)
warningMessage
undefined

Cara Menggunakan Alat Ini

  1. Pilih level RAID yang diinginkan (RAID 0, RAID 1, RAID 5, RAID 6, RAID 10, RAID 50, atau RAID 60).
  2. Masukkan jumlah disk drive fisik yang dipasang, kapasitas per disk (TB atau GB), serta jumlah drive cadangan (Hot Spare).
  3. Periksa kapasitas bersih usable dalam TB dan TiB, persentase efisiensi penyimpanan, kapasitas ruang parity yang hilang, serta toleransi kegagalan drive.

Contoh Perhitungan Nyata: RAID 5 Server Standar (4 ร— 2 TB)

Contoh terhitung: Konfigurasi 4 drive ร— 2 TB (8 TB / 7.28 TiB raw) pada RAID5 menghasilkan kapasitas usable bersih sebesar 6 TB (5.46 TiB) dengan efisiensi ruang 75%, alokasi parity 2 TB, dan toleransi kegagalan 1 drive bersamaan.

Input Contoh
{
  "drives": 4,
  "driveSize": 2,
  "unit": "TB",
  "raidType": "raid5",
  "hotSpares": 0
}
Output Terhitung
drives:
4
driveSize:
2
unit:
TB
raidType:
RAID5
hotSpares:
0
rawTotalTB:
8
rawTotalTiB:
7.28
usableTB:
6
usableTiB:
5.46
parityLossTB:
2
parityLossTiB:
1.82
storageEfficiencyPct:
75
faultToleranceText:
1 drive bersamaan
speedReadGain:
3ร—
speedWriteGain:
1ร— (Parity write penalty)
warningMessage:
undefined

Konsep Dasar & Catatan Teknis

Redundant Array of Independent Disks (RAID) adalah teknologi penyimpanan data yang menggabungkan beberapa drive fisik menjadi satu unit logika guna meningkatkan kinerja akses baca/tulis, menyediakan toleransi kegagalan perangkat keras (fault tolerance), atau kombinasi keduanya. Pemilihan level RAID yang tepat merupakan keputusan krusial bagi sysadmin dan engineer infrastruktur karena menentukan perimbangan antara biaya kapasitas penyimpanan, ketahanan terhadap kegagalan disk, serta kecepatan I/O aplikasi. RAID 0 (Striping) membagi data ke seluruh drive tanpa redundansi; level ini menghasilkan kecepatan tertinggi dan efisiensi ruang 100%, namun kegagalan satu drive saja akan merusak seluruh data. RAID 1 (Mirroring) menyalin data identik ke dua disk atau lebih, memberikan proteksi penuh dengan efisiensi kapasitas 50%. RAID 5 membagi blok data dan mendistribusikan satu blok parity ke minimal tiga drive, sehingga dapat bertahan dari kegagalan satu drive dengan efisiensi ruang (N-1)/N. Untuk kapasitas disk besar di era modern (di atas 4 TB per disk), RAID 6 (Dual Parity) lebih direkomendasikan karena menggunakan dua blok parity independen dan sanggup bertahan dari dua drive rusak secara bersamaan selama proses rebuild array yang memakan waktu berjam-jam. Untuk beban kerja performa tinggi seperti database relasional dan virtualization cluster, kombinasi nested RAID 10 (Striping of Mirrors) menawarkan kecepatan tulis dan proses rebuild tercepat tanpa overhead komputasi parity. Kalkulator ini menghitung kapasitas bruto (raw capacity) dalam satuan desimal TB dan biner TiB sistem operasi, kapasitas bersih yang dapat dipakai, kerugian ruang akibat parity atau disk hot spare, serta efisiensi penyimpanan dan faktor toleransi kegagalan disk secara instan.

Cara Perhitungan (Rumus & Langkah)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa kapasitas hard disk yang terbaca di sistem operasi selalu lebih kecil daripada label pabrik?

Pabrikan hard disk menggunakan standar desimal SI (1 TB = 10^12 = 1.000.000.000.000 byte), sedangkan sistem operasi seperti Windows menggunakan standar biner IEC (1 TiB = 2^40 = 1.099.511.627.776 byte). Hard disk berlabel 1 TB akan terbaca sekitar 0,91 TiB di Windows.

Mengapa RAID 5 tidak disarankan untuk drive berkapasitas besar (di atas 4 TB)?

Ketika satu disk rusak dan diganti, proses rebuild membaca seluruh disk yang tersisa hingga berjam-jam atau berhari-hari. Peluang terjadinya Unrecoverable Read Error (URE) pada disk lain selama proses rebuild sangat tinggi, yang akan menyebabkan array RAID 5 hancur total. Gunakan RAID 6 atau RAID 10.

Kapan sebaiknya memilih RAID 10 dibandingkan RAID 6?

Pilih RAID 10 jika sistem Anda menjalankan beban kerja dengan intensitas tulis acak yang tinggi (seperti database OLTP dan virtualisasi VM) serta membutuhkan waktu rebuild yang cepat tanpa beban komputasi parity CPU. Pilih RAID 6 jika Anda membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih hemat biaya untuk data statis atau backup.

Referensi Standar & Catatan

Terakhir diperbarui: Status Konten: Draf (Menunggu Tinjauan Editor)

Catatan: Hasil di atas merupakan estimasi berdasarkan rumus standar. Selalu verifikasi dengan dokumentasi resmi vendor dan kondisi lapangan sebelum implementasi pada lingkungan produksi.