MikroTik Simple Queue & Burst Calculator (RouterOS v7)
Rancang limitasi bandwidth per user (CIR/MIR), parameter burst dinamis, serta generate script CLI RouterOS v7 yang siap pakai.
Parameter Target & Bandwidth ISP
50% artinya estimasi hanya separuh klien streaming bersamaan.
Parameter Perhitungan Burst Limit
150% = 1.5x dari Max-Limit
Disarankan 70-80% dari Max-Limit
Jendela rata-rata perhitungan (1-60s)
Pengaturan Lanjutan (Headroom, Queue Tree & Parent Name)
Ringkasan Limitasi Bandwidth Per User
Cara Kerja & Rumus Kalkulasi MikroTik Queue, Burst & Multi-WAN
Manajemen bandwidth presisi di MikroTik RouterOS v7 memerlukan keseimbangan antara garansi kecepatan minimum (CIR), batas maksimum (MIR), serta alokasi antrean cerdas:
- Limit-At (CIR - Committed Information Rate): Bandwidth minimum yang dijamin untuk setiap klien saat jaringan penuh:
Total Bandwidth Efektif ÷ Total Klien. - Max-Limit (MIR - Maximum Information Rate): Kecepatan puncak yang diizinkan saat trafik lengang berdasarkan rasio konkurensi aktif:
Total Bandwidth Efektif ÷ (Total Klien × Rasio Konkurensi). - Durasi Burst Efektif: MikroTik mengizinkan kecepatan lonjakan (Burst-Limit) selama rata-rata penggunaan dalam jendela
burst-timemasih di bawahburst-threshold. Durasi efektif dihitung dengan rumus:Burst-Time × Burst-Threshold ÷ Burst-Limit. - Multi-WAN PCC (2 s/d 5 ISP) & Recursive Failover: Membagi koneksi secara proporsional berdasarkan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) bandwidth tiap ISP menggunakan
per-connection-classifierdan memantau ketersediaan internet tiap jalur dengancheck-gateway=pingrekursif ke DNS publik.
FAQ Teknis MikroTik RouterOS v7
1. Mengapa Simple Queue atau Queue Tree tidak melimit trafik di RouterOS v7?
Paket yang melewati rule fasttrack-connection di IP Firewall Filter akan mem-bypass Simple Queue dan Queue Tree untuk menghemat CPU. Nonaktifkan rule FastTrack atau kecualikan subnet yang dilimit agar queue berjalan akurat.
2. Bagaimana cara kerja Recursive Failover saat modem ISP masih menyala tetapi internet putus (FO Cut)?
Jika hanya mengecek IP gateway modem (misal 192.168.1.1), router mengira internet masih aktif selama modem menyala. Dengan Recursive Routing (scope=10 target-scope=11 ke IP publik seperti 1.1.1.1 atau 8.8.8.8), MikroTik otomatis mengalihkan trafik ke ISP cadangan (ISP 2 s/d ISP 5) begitu koneksi ke internet luar terputus.