Lewati ke konten utama

Kalkulator Bandwidth MikroTik (Simple Queue, Burst, PCQ, FQ-CoDel)

Hitung Limit-At (CIR), Max-Limit (MIR), Burst, PCQ, dan FQ-CoDel RouterOS v7 lengkap dengan generator script konfigurasi otomatis.

Parameter Input

Coba Contoh:
Mbps
Mbps
%
%
%
s
%

Hasil Perhitungan

mode
simple
targetNormalized
192.168.88.0/24
targetType
cidr
users
30
activeUsers
15
headroomPct
95
totalDownMbps
95
totalUpMbps
38
totalDownRos
95M
totalUpRos
38M
burstOn
true
burstTimeSec
8
pcqTotalLimitKiB
2000
down
{"cirMbps":3.167,"maxMbps":6.333,"burstMbps":9.5,"thresholdMbps":4.75,"effectiveBurstDurationSec":4,"cirRos":"3167k","maxRos":"6333k","burstRos":"9500k","thresholdRos":"4750k"}
up
{"cirMbps":1.267,"maxMbps":2.533,"burstMbps":3.8,"thresholdMbps":1.9,"effectiveBurstDurationSec":4,"cirRos":"1267k","maxRos":"2533k","burstRos":"3800k","thresholdRos":"1900k"}
RouterOS Script
# =====================================================================
# InfraCalc.id — MikroTik Simple Queue + Burst | RouterOS v7
# Dibuat: 2026-11-06 | Target: 192.168.88.0/24 | Klien: 30
# Total shaping: 95M down / 38M up (headroom 95%)
# Tool: https://infracalc.web.id/id/tools/mikrotik-queue-calculator
# =====================================================================
# PENTING: queue tidak memproses trafik FastTrack. Nonaktifkan bila perlu:
# /ip firewall filter disable [find action=fasttrack-connection]

/queue simple
add name="ST-TOTAL" target=192.168.88.0/24 max-limit=38M/95M comment="InfraCalc.id - parent total bandwidth"

# Queue per klien: 192.168.88.2 s/d 192.168.88.31
{
  :local base [:toip "192.168.88.0"]
  :for i from=2 to=31 do={
    /queue simple add name=("ST-Client-" . $i) target=(($base + $i) . "/32") parent="ST-TOTAL" limit-at=1267k/3167k max-limit=2533k/6333k burst-limit=3800k/9500k burst-threshold=1900k/4750k burst-time=8s/8s comment="InfraCalc.id - client queue"
  }
}

# Verifikasi: /queue simple print stats  |  /queue tree print stats

Cara Menggunakan Alat Ini

  1. Masukkan target jaringan dalam notasi CIDR (misalnya 192.168.88.0/24) atau nama interface (misalnya bridge-lan), beserta kecepatan Download/Upload ISP dan jumlah total klien.
  2. Pilih mode antrean (Simple Queue + Burst, PCQ, atau FQ-CoDel), rasio konkurensi klien aktif bersamaan, persentase headroom ISP (disarankan 95%), dan parameter Burst.
  3. Tinjau hasil Limit-At (CIR), Max-Limit (MIR), Burst-Limit, durasi burst efektif, serta peringatan validasi, lalu salin script RouterOS v7 ke terminal WinBox.

Contoh Perhitungan Nyata: Kantor 30 Klien (100/40 Mbps Simple Queue)

Contoh terhitung: Link ISP 100/40 Mbps dengan headroom 95% menghasilkan parent queue 95M down / 38M up. Untuk 30 klien (15 aktif bersamaan), setiap klien mendapat CIR 3167k down / 1267k up, Max-Limit 6333k down / 2533k up, dan Burst-Limit 9500k selama efektif 4 detik.

Input Contoh
{
  "target": "192.168.88.0/24",
  "down": 100,
  "up": 40,
  "users": 30,
  "concurrency": 50,
  "mode": "simple",
  "burstPct": 150,
  "thresholdPct": 75,
  "burstTime": 8,
  "headroom": 95,
  "startHost": 2,
  "parentName": "ST-TOTAL"
}
Output Terhitung
mode:
simple
targetNormalized:
192.168.88.0/24
targetType:
cidr
users:
30
activeUsers:
15
headroomPct:
95
totalDownMbps:
95
totalUpMbps:
38
totalDownRos:
95M
totalUpRos:
38M
burstOn:
true
burstTimeSec:
8
pcqTotalLimitKiB:
2000
down:
{"cirMbps":3.167,"maxMbps":6.333,"burstMbps":9.5,"thresholdMbps":4.75,"effectiveBurstDurationSec":4,"cirRos":"3167k","maxRos":"6333k","burstRos":"9500k","thresholdRos":"4750k"}
up:
{"cirMbps":1.267,"maxMbps":2.533,"burstMbps":3.8,"thresholdMbps":1.9,"effectiveBurstDurationSec":4,"cirRos":"1267k","maxRos":"2533k","burstRos":"3800k","thresholdRos":"1900k"}

Konsep Dasar & Catatan Teknis

Manajemen bandwidth pada MikroTik RouterOS bertujuan membagikan kapasitas link ISP secara adil kepada seluruh klien sekaligus mencegah bufferbloat yang membuat latensi melonjak saat seorang pengguna mengunduh file besar. Kalkulator ini menghitung parameter antrean berdasarkan tiga pendekatan utama di RouterOS v7: Simple Queue per klien dengan Burst, Per Connection Queue (PCQ) untuk ratusan klien dinamis, serta FQ-CoDel (Fair Queuing Controlled Delay) untuk mitigasi bufferbloat modern. Dalam arsitektur Hierarchical Token Bucket (HTB) MikroTik, setiap klien memiliki dua batas kecepatan utama: Limit-At (Committed Information Rate / CIR) yang merupakan jaminan bandwidth minimum saat jaringan sedang padat, serta Max-Limit (Maximum Information Rate / MIR) yang merupakan batas kecepatan tertinggi ketika terdapat kapasitas menganggur. Agar antrean dikendalikan oleh router Anda dan bukan tertumpuk di modem atau OLT milik ISP, total bandwidth parent queue wajib dipangkas menggunakan headroom sekitar 90% hingga 95% dari kecepatan aktual ISP. Fitur Burst pada MikroTik mengizinkan klien melampaui Max-Limit hingga mencapai Burst-Limit untuk sementara waktu selama rata-rata penggunaan bandwidth dalam jendela waktu Burst-Time masih berada di bawah Burst-Threshold. Kesalahan konfigurasi yang paling sering terjadi di lapangan adalah mengatur Burst-Threshold sama dengan atau lebih besar dari Max-Limit sehingga burst tidak pernah aktif, atau membiarkan aturan firewall FastTrack tetap menyala pada trafik yang ingin dibatasi oleh Simple Queue maupun Queue Tree global.

Cara Perhitungan (Rumus & Langkah)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa Limit-At (CIR) dan Max-Limit (MIR) pada MikroTik harus dibedakan?

Limit-At (CIR) adalah bandwidth minimum yang dijamin untuk klien saat trafik penuh; total seluruh Limit-At anak tidak boleh melebihi Max-Limit parent. Max-Limit (MIR) adalah kecepatan maksimum yang boleh dipakai klien ketika klien lain sedang tidak aktif.

Bagaimana rumus durasi efektif Burst pada MikroTik?

MikroTik menghitung rata-rata kecepatan selama jendela Burst-Time detik. Jika klien mulai dari kondisi idle (0 bps) dan langsung menarik trafik sebesar Burst-Limit, durasi burst efektif sebelum rata-rata mencapai Burst-Threshold adalah (Burst-Time × Burst-Threshold) ÷ Burst-Limit.

Kapan sebaiknya memilih PCQ atau FQ-CoDel dibandingkan Simple Queue per IP?

Gunakan Simple Queue per IP jika Anda membutuhkan jaminan CIR per perangkat dan grafik pemantauan per IP (hingga ~50–100 klien). Gunakan PCQ untuk jaringan DHCP/Hotspot besar (ratusan klien) agar hemat CPU, atau FQ-CoDel di RouterOS v7 untuk menekan latensi gaming/VoIP secara otomatis tanpa konfigurasi per IP.

Mengapa Simple Queue saya tidak membatasi kecepatan klien sama sekali?

Penyebab paling umum adalah aturan firewall `action=fasttrack-connection` yang masih aktif. Trafik yang terkena FastTrack melewati (bypass) Simple Queue dan Queue Tree parent=global. Nonaktifkan rule FastTrack atau kecualikan subnet yang di-shape.

Referensi Standar & Catatan

Terakhir diperbarui: Status Konten: Draf (Menunggu Tinjauan Editor)

Catatan: Hasil di atas merupakan estimasi berdasarkan rumus standar. Selalu verifikasi dengan dokumentasi resmi vendor dan kondisi lapangan sebelum implementasi pada lingkungan produksi.